Course Content
BAB III. KEGIATAN EKONOMI DI SEKITARKU
Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini, kalian diharapkan dapat menerapkan kegiatan ekonomi masyarakat di lingkungan sekitar dengan benar dan percaya diri. Cakupan Materi • Contoh-contoh kegiatan ekonomi di masyarakat • Alur kegiatan ekonomi (produksi, distribusi, dan konsumsi) • Tujuan manusia melakukan kegiatan ekonomi • Faktor yang memengaruhi kegiatan ekonomi • Upaya untuk meningkatkan kegiatan ekonomi di era digital Aspek Pengembangan Karakter Delapan Dimensi Profil Lulusan: ☑ Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME ☑ Kewargaan ☑ Penalaran Kritis ☑ Kreativitas ☑ Kolaborasi ☑ Kemandirian ☐ Kesehatan ☑ Komunikasi Karakter Kearifan Lokal Kulon Progo: Pembelajaran mengintegrasikan kearifan lokal Kulon Progo ● Geografis: Pemanfaatan lahan pasir Pantai Glagah atau Bugel (pertanian cabai, melon, semangka), Perbukitan Menoreh (teh, kopi, Gula Semut). ● Ekonomi: Gerakan "Bela Beli Kulon Progo", batik Geblek Renteng, Songsong Agung Ngambararum, dan Binangun Kertaraharja, Gula Semut (gula kristal), Toko Milik Rakyat (Tomira). ● Nilai: Gemati (peduli pada produk tetangga), guyub rukun dalam kelompok tani/perajin.
0/8
BAB IV. BUMI DAN ALAM SEMESTA
Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini, kalian diharapkan dapat menjelaskan sistem tata surya, serta kaitannya dengan rotasi dan revolusi Bumi dengan benar. Cakupan Materi • Sistem tata surya • Akibat rotasi Bumi • Akibat revolusi Bumi • Akibat gerakan Bulan • Gerhana matahari • Gerhana bulan Aspek Pengembangan Karakter Delapan Dimensi Profil Lulusan: ☑ Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME ☐ Kewargaan ☑ Penalaran Kritis ☑ Kreativitas ☑ Kolaborasi ☑ Kemandirian ☐ Kesehatan ☑ Komunikasi Karakter Kearifan Lokal Kulon Progo: Pembelajaran mengintegrasikan kearifan lokal Kulon Progo: ● Bahasa dan Budaya: Mitos dan sains (cerita “Batara Kala” saat gerhana dan penjelasan ilmiahnya), tradisi Gejog Lesung saat gerhana, sistem penanggalan Jawa (Pranata Mangsa) bagi petani. ● Geografis: Pengamatan Matahari terbit di Puncak Suroloyo/Kebun Teh Nglinggo, pengamatan pasang surut air laut atau Matahari terbenam di Pantai Glagah dan Trisik. ● Ekonomi: Pengaruh musim terhadap pertanian (padi/palawija) di sawah Surjan dan lahan pasir pantai. ● Nilai: Hamemayu Hayuning Bawana (menjaga kelestarian alam semesta).
0/9
IPAS (Kelas : VI Semester : 2)

Apakah kalian pernah melihat panen cabai atau semangka di daerah Pantai Glagah atau Bugel?

  • Siapa yang memanen cabai atau semangka tersebut?
  • Atau melihat seorang YouTuber sedang membuat video ulasan makanan di Alun-Alun Wates? Bagaimana sayuran dari perbukitan bisa sampai ke Pasar Wates?
  • Mengapa Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) membuat banyak usaha baru muncul di Temon?
  • Semua aktivitas tersebut adalah bagian dari roda ekonomi yang berputar di daerah kita.

Ayo kita pelajari!

  1. Apa saja contoh-contoh kegiatan ekonomi di masyarakat?
  2. Siapa pelaku ekonomi di lingkungan sekitar kita?
  3. Di mana mereka melakukan kegiatan ekonomi?
  4. Apa saja konsep kegiatan ekonomi?
  5. Mengapa manusia melakukan kegiatan ekonomi?
  6. Apa saja faktor yang memengaruhi kegiatan ekonomi di lingkungan
  7. Bagaimana upaya meningkatkan kegiatan ekonomi di masyarakat?

Ringkasan Materi

1. Contoh-Contoh Kegiatan Ekonomi di Masyarakat

Kegiatan ekonomi adalah segala upaya manusia untuk memenuhi beragam kebutuhan hidupnya. Manusia melakukan kegiatan ekonomi dengan menyesuaikan potensi lingkungan sekitar. Kegiatan ekonomi di masyarakat sangat beragam. Misalnya di bidang agraris, peternakan, perikanan, industri kreatif, perdagangan, jasa, dan digital. Berikut ini adalah penjelasan dan beberapa contoh yang ada di Kabupaten Kulon Progo.

a.  Pertanian dan perkebunan (agraris)

Kegiatan ekonomi agraris adalah kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati dan lahan tanah. Masyarakat memanfaatkannya untuk budidaya tanaman yang menghasilkan bahan pangan atau bahan baku industri. Para petani di Kulon Progo telah menyesuaikan antara jenis tanaman dengan kondisi tanahnya (adaptasi geografis).

Di Samigaluh, Kokap, Girimulyo, dan Kalibawang, yang termasuk Perbukitan Menoreh (dataran tinggi) udaranya sejuk dan tanahnya cocok untuk tanaman keras. Contohnya kebun teh di Nglinggo, kopi Menoreh, cengkeh, durian Menoreh, manggis, serta pohon kelapa yang diambil niranya untuk Gula Semut.

Gambar 1: Kebun teh Nglinggo. Sumber: https://kulonprogo.sorot.co/

Di daerah pesisir pantai seperti di Glagah, Bugel, dan Trisik, petani mengubah lahan pasir panas menjadi lahan subur untuk tanaman hortikultura. Contohnya cabai keriting, bawang merah, melon, dan semangka. Keberhasilan ini menjadikan Kulon Progo salah satu lumbung cabai di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

a.  Peternakan dan perikanan

Peternakan dan perikanan di Kulon Progo sangat beragam. Peternakan adalah kegiatan mengembangbiakkan hewan ternak untuk diambil manfaatnya (daging, susu, telur). Perikanan adalah kegiatan yang berhubungan dengan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya ikan (tangkap maupun budidaya). Di kawasan perbukitan, warga banyak memelihara kambing Peranakan Etawa (PE) yang terkenal menghasilkan susu berkualitas tinggi. Selain itu, ada sentra peternakan sapi putih di Sentolo dan ayam petelur di Pengasih. Sementara itu, warga di pesisir selatan, bekerja sebagai nelayan tangkap di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Congot dan Trisik. Di Wates dan Nanggulan, banyak warga melakukan budidaya ikan air tawar (lele, nila, gurame) menggunakan kolam terpal atau tanah.

b. Industri kreatif dan kerajinan

Industri adalah kegiatan mengolah bahan mentah menjadi barang jadi atau setengah jadi yang bernilai lebih tinggi. Industri kreatif lebih spesifik mengandalkan keterampilan, bakat, dan kreativitas individu. Industri kreatif di Kulon Progo antara lain batik, kerajinan serat alam, dan pengolahan makanan. Sentra industri batik di Lendah, memproduksi kain motif khas “Geblek Renteng”, “Songsong Agung Ngambararum”, dan “Binangun Kertaraharja” yang menjadi identitas Kulon Progo. Di Sentolo, perajin menganyam serat agel dan enceng gondok menjadi tas, topi, dan dompet yang diekspor ke Eropa. Terdapat pula industri pembuatan Gula Semut di Kokap dan Geblek (makanan khas dari singkong) yang kini dikemas dalam bentuk frozen food.

Gambar 2: Batik Binangun Kertaraharja. Sumber: https://radarjogja.jawapos.com/

a.  Jasa dan pariwisata

Bidang jasa adalah kegiatan ekonomi yang tidak menghasilkan barang fisik, melainkan memberikan pelayanan kepada orang lain. Pariwisata adalah bagian dari jasa yang melayani kebutuhan rekreasi dan perjalanan. Jasa pariwisata contohnya seperti pengelolaan Desa Wisata Nglinggo, Tinalah, dan Jatimulyo. Penyewaan jeep wisata di Pule Payung. Ada pula jasa foto di Kalibiru dan Waduk Sermo, serta pemandu wisata di Gua Kiskendo. Jasa transportasi & akomodasi mulai berkembang sejak keberadaan Bandara YIA di Temon. Keberadaan bandara YIA memicu munculnya jasa taksi bandara, penginapan (homestay), hotel, dan jasa cuci mobil.

b.  Perdagangan

Perdagangan adalah kegiatan tukar-menukar barang atau jasa berdasarkan kesepakatan bersama. Perdagangan berfungsi menyalurkan barang dari produsen ke konsumen. Denyut nadi jual beli terlihat di Pasar Wates, Pasar Sentolo, dan Pasar Bendungan. Selain itu, inovasi Toko Milik Rakyat (Tomira) menjadi contoh unik kerja sama antara toko berjejaring modern dengan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Keunikannya adalah produk lokal wajib dipajang di rak depan.

Gambar 3: Tomira di Kulon Progo. Sumber: https://jogjapolitan.harianjogja.com/

a.  Ekonomi digital dan konten kreator

Ekonomi digital adalah kegiatan ekonomi yang memanfaatkan teknologi internet dan media digital. Biasanya memanfaatkan electronic commerce (e-commerce). Artinya transaksi jual beli barang dan jasa dilakukan secara elektronik melalui internet. Selain itu, ekonomi digital berhubungan dengan konten digital (video, tulisan, foto, atau audio) di berbagai media online. Hal ini menyebabkan munculnya konten kreator, influencer, dan affiliate di berbagai media sosial.

  • Konten kreator

Konten kreator adalah individu atau tim yang memproduksi dan mendistribusikan video, tulisan, foto, atau audio di berbagai media online seperti YouTube, TikTok, atau Instagram. Tujuannya menghibur, mengedukasi, atau memberikan informasi. Seorang konten kreator dapat membuat video tentang keindahan wisata Kulon Progo. Misalnya mereview Tumpeng Menoreh atau sawah Nanggulan. Konten kreator bisa mendapatkan penghasilan dari iklan (adsense) atau sponsor.

  • Influencer (Selebgram / TikToker)

Influencer adalah individu yang memiliki pengaruh di media sosial. Seorang influencer dapat mempromosikan produk UMKM lokal seperti mereview batik di media sosial. Mereka dibayar jasa endorsement oleh pemilik usaha.

  • Affiliate

Affiliate adalah individu atau pihak yang bekerja sama dengan produsen/penjual untuk mempromosikan produk atau layanan melalui media sosial atau platform digital. Affiliate akan mendapatkan komisi setiap kali ada penjualan atau konversi yang berhasil dari link khusus yang mereka bagikan. Seorang affiliate adalah perantara pemasaran yang tidak perlu memiliki produk sendiri. Contohnya menjualkan produk orang lain, seperti camilan atau hasil kerajinan dengan memanfaatkan siaran langsung (live streaming) di media sosial tanpa harus memiliki toko fisik.

 

2.   Alur Kegiatan Ekonomi

Barang yang kita gunakan sehari-hari melalui proses perjalanan panjang yang disebut alur kegiatan ekonomi. Alur ini terdiri dari tiga mata rantai yang tidak terputus yaitu produksi, distribusi, dan konsumsi.

a.  Produksi (penciptaan nilai guna)

Produksi adalah kegiatan menghasilkan barang/jasa atau menambah nilai guna suatu benda agar lebih bermanfaat bagi manusia. Pelakunya disebut produsen. Sebuah pohon kelapa mungkin harganya murah. Namun, ketika penderes di Kokap mengambil niranya dan mengolahnya dengan teknik kristalisasi menjadi Gula Semut, nilainya melonjak naik. Proses mengubah nira menjadi Gula Semut inilah yang disebut produksi. Nira sebagai bahan mentah, diubah menjadi barang jadi yaitu Gula Semut yang bernilai ekonomi tinggi dan siap ekspor.

b.  Distribusi (penyaluran dan pemerataan)

Distribusi adalah kegiatan menyalurkan barang dari produsen ke konsumen agar barang tersedia tepat waktu dan tepat tempat. Pelakunya disebut distributor. Tanpa distribusi, cabai yang dipanen melimpah di Pantai Glagah akan membusuk di ladang. Padahal warga di Wates membutuhkan cabai. Distributor, mulai dari pengepul, sopir truk, hingga pedagang sayur keliling, berperan penting memindahkan barang tersebut. Di Kulon Progo, peran Tomira sangat penting sebagai saluran distribusi modern. Tomira membantu produk UMKM lokal menjangkau pembeli yang lebih luas.

c.  Konsumsi (pemanfaatan nilai)

Konsumsi adalah kegiatan menggunakan, menghabiskan, atau memanfaatkan nilai guna barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan hidup. Pelakunya disebut konsumen. Konsumsi yang bijak bukan hanya soal membeli, tetapi memilih produk yang berdampak baik. Ketika seorang pelajar membeli jajanan tradisional yang dibuat oleh tetangganya, ia tidak hanya melakukan kegiatan konsumsi. Namun pelajar tersebut juga turut serta menghidupkan ekonomi tetangganya. Inilah inti dari menjadi konsumen yang cerdas dan berjiwa sosial.

 

3. Tujuan Manusia Melakukan Kegiatan Ekonomi

Setiap tindakan ekonomi didorong oleh alasan kuat yang disebut motif ekonomi. Tujuan ini berkembang dari sekadar bertahan hidup, menjadi pencapaian kualitas hidup yang lebih baik. Adapun tujuan manusia melakukan kegiatan ekonomi adalah sebagai berikut.

 

a. Memenuhi kebutuhan dasar dan kesejahteraan

Tujuan utamanya adalah agar manusia bisa makan, berpakaian, dan memiliki tempat tinggal. Lebih jauh lagi, masyarakat bekerja keras, misalnya menjadi petani melon atau perajin serat alam, agar bisa membiayai pendidikan anak-anak mereka hingga perguruan tinggi dan mendapatkan layanan kesehatan yang layak.

b. Mendapatkan pengakuan dan penghargaan sosial

Manusia ingin eksistensinya diakui (aktualisasi diri). Seorang perajin batik di Lendah akan merasa bangga dan dihargai ketika karya batiknya dipakai oleh pejabat negara atau turis asing. Rasa bangga ini adalah kepuasan batin yang tidak ternilai harganya selain uang.

c. Motif sosial dan kemanusiaan (gotong royong)

Ekonomi tidak selalu tentang keuntungan pribadi. Di masyarakat Kulon Progo yang memegang teguh asas kekeluargaan, banyak kegiatan ekonomi dilakukan untuk membantu sesama. Contohnya gerakan “Bela Beli Kulon Progo”. Gerakan ini adalah wujud kepedulian sosial untuk mensejahterakan saudara sendiri dengan membeli produk lokal.

 

4.  Faktor yang Memengaruhi Kegiatan Ekonomi

Keragaman kegiatan ekonomi di suatu wilayah tidak terjadi secara kebetulan. Kegiatan ekonomi dipengaruhi oleh beberapa faktor utama seperti kondisi geografis, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), teknologi, dan modal.

a. Kondisi geografis

Berbagai jenis mata pencaharian tergantung pada kondisi alam. Contohnya perbedaan bentang alam Kulon Progo yang unik, mulai dari pesisir pantai di selatan hingga pegunungan di utara. Perbedaan bentang alam menciptakan beragam pekerjaan di Kulon Progo. Warga pesisir ahli menjadi nelayan atau petani lahan pasir. Sementara itu, warga pegunungan ahli berkebun cengkeh dan kopi. Kita tidak bisa memaksakan menanam teh di pantai yang panas.

b. Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)

Kekayaan alam tidak akan berarti tanpa manusia yang terampil mengelolanya. Kemajuan industri batik di Lendah terjadi karena warganya memiliki keterampilan membatik yang diwariskan turun-temurun. Begitu pula petani modern yang mau belajar ilmu pertanian baru akan menghasilkan panen yang lebih baik.

c. Teknologi dan modal

Pemanfaatan teknologi mempercepat pertumbuhan ekonomi. Petani di daerah pesisir kini menggunakan sistem irigasi kabut (sprinkler) yang modern untuk menyiram tanaman secara otomatis. Sistem ini menggantikan cara siram manual yang melelahkan. Keberadaan modal dan alat canggih ini meningkatkan hasil produksi secara signifikan.

 

5.   Upaya Meningkatkan Kegiatan Ekonomi di Era Digital

Zaman terus berubah. Cara-cara lama mungkin sudah tidak cukup lagi untuk bersaing. Masyarakat perlu melakukan adaptasi dan inovasi agar ekonomi terus tumbuh. Berikut ini adalah upaya yang dapat dilakukan oleh para pelaku ekonomi.

a. Transformasi digital (e-commerce)

Pasar kini tidak lagi dibatasi tembok bangunan. Sekarang adalah zaman digitalisasi dan toko online. UMKM Kulon Progo dapat memasarkan produk lokal melalui aplikasi seperti SiBakul Jogja, Shopee, Pay On Pro Kulon Progo, atau platform digital lainnya. Ini memungkinkan pembeli dari luar kota bahkan luar negeri, memesan produk tanpa harus datang ke lokasi. Jangkauan pasar pun akan meluas secara drastis.

Gambar 4: Laman website Pay On Pro Kulon Progo. Sumber: https://pay-onpro.kulonprogokab.go.id

b. Inovasi dan pemberian merek produk (nilai tambah)

Meningkatkan nilai jual barang melalui kreativitas sangatlah penting. Keripik singkong dulunya hanya dibungkus plastik bening biasa dan dihargai murah. Kini, keripik singkong dikemas dengan kemasan modern (standing pouch) yang menarik, higienis, dan diberi merek (branding) yang bagus. Dengan inovasi ini, produk tersebut layak masuk ke rak-rak toko modern seperti Tomira dan area oleh-oleh Bandara YIA dengan harga jual yang jauh lebih tinggi.

 

Scroll to Top